Selasa, 24 Januari 2017

15 Tempat Wisata di Jepara yang Wajib Dikunjungi

Siapa yang tidak kenal dengan keindahan ukiran dari Jepara. Ukiran mebel dari Jepara sudah terkenal sampai ke pelosok Nusantara bahkan ke penjuru dunia. Ternyata, selain ukirannya yang terkenal, Jepara juga menjadi salah satu destinasi wisatawan dari berabgai daerah di Indonesia.

15 Tempat Wisata di Jepara yang Wajib Dikunjungi

Tempat Wisata di JeparaSiapa yang tidak kenal dengan keindahan ukiran dari Jepara. Ukiran mebel dari Jepara sudah terkenal sampai ke pelosok Nusantara bahkan ke penjuru dunia. Ternyata, selain ukirannya yang terkenal, Jepara juga menjadi salah satu destinasi wisatawan dari berabgai daerah di Indonesia.
Ada banyak tempat wisata di Jepara yang menarik dikunjungi. Apalagi kalau sedang liburan, liburan akan menjadi sangat menyenangkan tentunya. Sebelum kita keling-keliling di Jepara, ada baiknya kalau kenalan dengan Kabupaten yang ada di Jawa Tengah ini.
Kabupaten Jepara merupakan salah satu Kab. di Jawa Tengah yang berbatasan lansung dengan Laut Jawa di barat dan utara, Kabupaten Pati dan Kabupaten Kudus di timur, serta Kabupaten Demak di selatan. Wilayah Kabupaten Jepara juga meliputi Kepulauan Karimunjawa, yang berada di Laut Jawa. Ibukota Kabupatennya adalah Jepara.
Jepara memiliki pantai yang indah untuk dikunjungi, yang sudah sangat terkenal adalah Taman Nasional Karimunjawa. Ada banyak sekali obyek wisata di Karimunjawa yang seru untuk kita datangi. Selain karimun jawa, masih ada banyak sekail tempat wisata di Jepara yang wajib dikunjungi. Nah, kira-kira dimana saja? Kali ini Tempatwisataseru.com ingin mengajak anda berjalan-jalan keliling Jepara.

Tempat Wisata di Jepara Jawa Tengah


Berikut ini ada 15 Tempat Wisata di Jepara yang Wajib Dikunjungi bersama keluarga tercinta, teman atau pasangan:

1. Tempat Wisata Karimun Jawa Jepara

Tempat wisata yang satu ini tentu saudah tidak asing lagi kedengarannya. Karena memang, karimun jawa sudah sangat terkenal sekali dengan keindahan alamnya, keeksotisan alam bawah lautnya, serta pemandangannya yang sangat cantik.
Taman Nasional Karimunjawa ini berada 83 km dari barat laut kota Jepara. Ada berbagai alternatif cara untuk bisa sampai ke sana, mulai dari dengan menggunakan kendaraan pribadi atau dengan memanfaatkan tur yang banyak tersedia di berbagai agen perjalanan.
Luas Taman Nasional ini sekitar 107.225 ha yang berfungsi sebagai cagar alam laut yang dilindungi dengan tipe ekosistem hutan hujan daratan rendah, padang lamun, algae, hutan pantai, hutan mangrove, dan terumbu karang. Bagi anda yang ingin melihaat ‘surga’ bawah laut, disinilah tempatnya. Pesona biota laut di Karimunjawa menjadi magnet bagi wisatawatan baik lokal maupun mancanegara. Ada lebih dari 90 jenis karang keras, 242 jenis ikan hias, hingga 133 genera akuatik. Beberapa biota laut di Karimunjawa ini adalah biota yang dilindungi. 
Ada banyak ‘permainan’ air seru dan menarik yang bisa anda nikmati disini, diantaranya menyelam, snorkeling, memancing, berenang, berjemur, atau menjelajahi lautnya yang jernih. Selain itu, berbagai keunikan budaya dan tradisi penduduk lokal di sana adalah objek interaksi sosial yang menarik selama kunjungan wisata Anda di tempat wisata Jepara yang satu ini.

Sumber: https://tempatwisataseru.com/tempat-wisata-di-jepara/

Keluarga Baru

Keluarga baru ini, saya dapatkan pertengahan tahun kemarin, tepatnya di bulan agustus. Dimana dari pihak kampus saya menimba ilmu diadakan kegiatan wajib dan memang salah satu SKS.

Yapppppp Ka Ka eN...... mungkin bagi banyak orang KKN seperti tidak ingin cepat berlalu. saya juga begitu. tpi ya waktu terus berjalan dan kita harus tetap melangkah kedepan.

Pada saat saya tulis ini, saya mendapat info kalau Dosen Pembimbing Lapangan KKN kami meninggal Dunia, Innalillahi WaInnailaihi Raajiiun, Turut berduka cita atas meninggalnya Ibu Dra. Murtiari Eva, MP. semoga amal ibadah beliau diterima disisi-Nya. Aamiin

Dan inilah sebagian keluarga besar KKN Kelurahan Gemah 2016

Geng Ciwi-Ciwi
Formasi yang belum Lengkap





ini hanya contoh betapa indahnya KKN
from: Youtube

 

Senin, 23 Mei 2016

Kampoeng Wisata Jepara

Sebenernya kesini sudah lama. Tapi baru di share hihi.


Kampoeng wisata lokasinya berada dideketnya SPBU Mambak. Klo dari arah jepara kota, cukup ambil arah bangsri setelah perempatan kedungcino nanti tempatnya kanan jalan. Disini lumayan enak, mungkin lain kali bisa dicoba nginep sana. Yakaleeee ngga enak deket rumah. Kurang jaohhhh !!!!!

Kesini enaknya renang, berhubung kemaren itu rencana ngrumpi-ngrumpi sama double date sama maya dika. Mending minum sama makan aja hihi. Aslinya janjian sama temen lama. Ehhhhh udah sore banget baru dateng








Selasa, 03 Mei 2016

Sudah Lama

Sudah lama tidak memasuki rumah "maya"

Rumah yang dulu biasa kubuka setiap hari disela kerja, karena semua fasilitas mendukung.
untuk sekarang hampir tidak ada waktu. Mungkin disebabkan aturan yang dulu dengan sekarang berbeda.

Rasanya harus segera mengambil sapu, membersihkan rumah yang sudah berdebu ini


Minggu, 30 Agustus 2015

Penghianatan

Akankah ini bisa disebut sebagai penghiatan ?
penghiatan tentang apa yang pernah diikrarkan oleh hati
untuk tidak melakukannya lagi...
melakukan hal yang sudah kupendam lama
kupendam jauh-jauh didalam relung hati terdalam
tetapi nyatanya ?

Tuhan maafkan diri ini...

Kamis, 22 Januari 2015

Kincir Angin Pasar Malam

Pasar Malam, yuppp pasar malam. Pastinya sudah tau kan apa itu pasar malam. Minggu kemarin saya abis ke pasar malam yang kebetulan ada dideket rumah (ngga deket-deket banget sih sebenernya). Ceritanya sore hari ponakan dari siang emaknya duluan kerumah, anaknya saya yang jemput sekolah (karena sekolah Islam jadi liburnya jumat) diajak pulang kok ya ngga mau, saya tanya kenapa kok ngga mau pulang ? sambil cengar-cengir dijawabnya "pengen ke pasar malem". Yaudah saya janjiin malem ke pasar malem sambil nyari pasukan biar rame *kekmauperangaja*.

Singkat cerita berangkatlah kita abis maghrib, kita disini banyak orang karena lebih dari satu -_- saya, sakhi + emak, zacky + emak, yenik, mif (cucunya budhe), kakak + adik lelakiku, diitung sendiri ya berapa jumlah orangnya hehe.

Pasar yang bukanya tiap malam ini (yaiyalah secara namanya pasar malam) tak seramai waktu saya kecil dulu, mungkin sekarang udah banyak tempat wisata yang wahananya hampir sama dan lebih banyak dari yang disini. Untuk permainan yang disini menurut saya berkurang. Penjual yang buka stand juga semakin sedikit (mungkin semakin sedikitnya pengunjung mempengaruhi).

Permainan yang biasa ada di pasar malam:

Kincir Angin 
 Sampe di pintu masuk mata langsung tertuju pada kincir angin. Diputuskanlah kita semua naik ini haha. Tiketnya sekarang tujuh rebu per orang, jaman masih kecil dua rebu maratus hehe. Permainan yang digerakkan dengan Diesel ini akan membuat kita berputar bergantian naik turun didalam sangkar emas besi, asli saya takut karena besinya sudah banyak yang berkarat, tapi rasa takut saya hilangkan karena sudah pasti aman.
Kincir Angin


Komedi Putar
Saya hanya lewat di stand ini (secara sepi) ponakan juga ngga minat dengan ini. Permainan ini ada kuda, jerapah, gajah, kereta kencana yang nanti duduk diatasnya diputar dengan tenaga manusia searah jarum jam. Heiibat ya! digerakkan berputar dengan tenaga manusia.

Ombak Banyu
 Mau naik ini kok ya juga sepi, klo naik pasti dibuat sorotan banyak orang. Malming besok semoga masih ada ! mau naik yang ini, siapa tau rame hehe. Ombak banyu sekarang digerakkan dengan diesel, seperti perahu  dengan tiang tinggi sebagai porosnya digerakkan kekanan kekiri naik turun seperti ombak.

Tong Setan
Dari namanya udah serem ya, pasti ada setannya. Tapi jangan salah paham dulu, setan disini mungkin motor yang digunakan suaranya seperti setan atau asap yang keluar seperti setan muncul (padahal ngga pernah liat setan, semoga ngga bakal lihat setan *amitamit*). Dan mungkin lagi bentuknya yang seperti tong/drum membuat orang menyebutnya tong setan, biasanya pemain berputar mengelilingi tong ini. Sayang sekali disini tidak ada tong setan dan rumah hantu.

Rumah Hantu
Bentuknya seperti rumah tetapi lorong-lorong sempit ada lampu sayup-sayup membuat merinding disko, didalamnya ada hantu jadi-jadian yang sudah di set untuk membuat jantung berdebar-debar, mengagetkan yang masuk ke rumah ini. Untuk yang ini saya ngga pernah masuk, biasanya dari depan aja udah ada kuburan buatan, belum lagi suara yang ada. Masuk yang hantu-hantu cukup sekali saja, cukup yang di Tanjung Kodok (Rumah Sakit Hantu) itupun klo ngga diajakin Dilla ogah masuk padahal takut antri masuknya puanjang pula, maklum kesana pas week end.
Ketemu Ocha, dibeliin arum manis dimakan bareng-bareng



Ada lagi itu permaninan gatau namanya, yang lempar kaleng susu pakai bola, bisa dapet hadiah klo berhasil.

Akankah Pasar Malam nantinya tergerus dengan Zaman seperti hilangnya Layar Tancap / Layar Tancep ? Biarlah Waktu yang menjawab.

Rabu, 14 Januari 2015

Mudahnya Mengurus SIM Card Three (3) yang Hilang

Tanggal 2 Januari 2015 kemarin saya dan Sahabat saya (baca: Maya) ke 3store Kudus untuk pengurusan SIM Card yang hilang. 3store beralamat di Jl. HM. Subhan No. 31 Purwosari Kudus (klo dari arah jepara, setelah pasar jember ada lampu merah yang kekanan arah Matahari - ambil kanan - lurus - nanti tempatnya kiri jalan). FYI untuk jam operasional 3store ini buka dari jam 08.00 - 17.00.

Penggantian SIM Card tak sesulit dan serumit yang saya bayangkan.
  • Saya hanya menyebutkan nomor yang hendak saya replace,
  • kartu identitas yang masih berlaku (KTP/SIM),
  • mengisi lembar permohonan (diisikan CS-nya), 
  • memberikan informasi 5 nomor yang sering/pernah dihubungi, 
  • membayar uang 10.000 untuk penggantian kartu baru (jika kartu hilang), mungkin untuk kartu yang sudah termakan usia gratis.
  • dan mudahnya lagi tanpa membawa surat kehilangan.
 Untuk prosesnya tidak terlalu lama, hanya beberapa menit, sudah jadi deh. Nanti tinggal dipasang dan registrasi untuk formalitas.

SIM Card Three Baru


Karena yang hilang 2 nomor, yang satu milik saya pribadi dan satunya lagi milik kantor (tapi registrasi atas nama saya). Yang milik saya pribadi sudah terselesaikan di Kudus yang satunya saya selesaikan di Semarang. waktu ke Kudus saya tidak bawa cangkang kartu.

3store Semarang berada di Jl. Gajah Mada No. 99F Semarang (ancer-ancernya kalo dari arah simpang 5 - setelah lampu merah pertama, maju dikit - tempatnya kiri jalan). tepatnya sebelum Showroom Honda Gajah Mada.

Pengurusan disini kurang lebih sama seperti yang di kudus, hanya saja saya tidak perlu menyebutkan 5 nomor yang sering saya  hubungi, secara memang nomor itu untuk paketan BB dan tidak pernah saya gunakan sms/tlp, cukup hanya memberikan cangkang kartu saja.

Diatas adalah pengalaman saya mengurus SIM Card Three (3) yang hilang. Untuk operator lain seperti Indosat, Telkomsel (Simpati dan Kartu As), XL, Axis saya kira caranya tidaklah jauh berbeda.

Semoga membantu.





Selasa, 13 Januari 2015

Awal 2015

Postingan pertama di Tahun 2015 hehe, mau nulis dari kemarin-kemarin kok ya males, ini barusan dapet hidayah nulis huahua :'( ohh iya hampir lupa, Selamat Tahun Baru 2015. Semoga resolusi tahun 2014 yang belum kesampean, dibayar di tahun 2015 ini. Tapi untuk resolusi jangan banyak-banyak, nanti nggak jadi resolusi tapi cita-cita -_____--

Akhir tahun 2014 kemarin ada sesuatu yang membuat hati saya hancur berkeping-keping *padahalmasihutuh*, membuat hatiku rapuh *iniapalagi* lebay amat haha. Putus cinta ? enggak ! punya pacar aja enggak #ehhh. Kan emang nggak boleh pacaran (hiyak pembelaan). Sakit ? enggak juga, sakit nggak dirasain, klo badan agak rewel gausah digubris nanti juga ngrasa sehat :D. Jatuh ? iyaaaaa ! hatiku jatuh hati padamuuuu #eeaaaaa. enggak enggak barusan cuma bercanda yaa. Trus apa ? 2 Smartphonku dicopet *nangisdipojokan*. Lebih tepatnya satunya punyaku sendiri, satunya lagi punya kantor, yang bikin  sedih itu kenapa ngga punyaku aja yg diambil mana ada copet pilih-pilih, BB kantor kan penting.

Ceritanya begini, niatnya pengen kerja nggak telat - nunggu kakak ipar ke semarang setelah Pengajian rutin Maulid Nabi di Masjid Mbah Sahil. selesainya jam setengah 9, sampe semarang pasti mau jam makan siang *nggak enak sama temen kerja yang lain*- berangkat ke semarang naik bus (travel adanya jam 7 telat pastinya, wong masuk jam 8), sampe Terminal terboyo sekitar jam Setengah 8 kurang - nunggu bus yang lewat gajah (biar ga pindah angkot) - nunggu udah lama nggak nongol juga - adanya bus yang lewat dr.cipto - naik, nanti pindah angkot di Halmahera. Waktu mau turun di Halmahera 2 BB saya masukkan tas yang sebelumnya saya pegangi karena takutnya ada yang menghubungi. Nah pas turun itu HP-nya diambil, saya baru tersadar ketika saya sudah duduk diangkot. tas saya sudah kebuka, HP sudah tidak ada. Pelajarn yang bisa saya ambil dari kejadian ini, sebaiknya jangan bermain HP saat didalam kendaraan umum, kalau turun bus sebaiknya tas dikekep ditaruh depan *dipeluk-peluk gitu* hehe.

****

Karena nomor Three yang saya gunakan di dua BB tersebut sudah lama saya gunakan, otomatis saya nggak mau pindah kelain hati, nomor juga nomor cantik seperti orangnya . Nanti info satu-satu dan saya ngga punya nomor dari mereka *yangadamalahrepot*. Dan sekarang klo ada nomor masuk entah itu telpon atau sms pasti tanya "ini siapa" sempet juga dibilang amnesia -__-

Perjuangan mengurus SIM Card Three (3) yang hilang saya mulai hari dimana hilangnya, nggak punya nomor Three (3) ngga bikin otak saya mampet untuk menghubungi CS. Yappp jalan satu-satunya manfaatin apa yang ada, kirim email ke 3care ini emailnya 3Care@three.co.id . Saya menanyakan untuk pengurusan nomor di jepara bisa atau tidak?. responnya menurut saya cepat, tetapi jawaban yang saya dapat kurang membuat hati lega karena 3store terdekat hanya ada di Kudus dan Semarang. Untuk lebih lengkapnya bisa dicek disini. Karena akhir tahun, takut kan ya libur disaat saya kesana secara tanggal merah berjejer. Ternyata untuk Kudus Off dan Semarang buka terus, saya nggak milih semarang karena pengurusan nanti ribet izin keluar. Yaudah tanggal 2 Januari ngurus di Kudusdianter sama Maya (kebetulan libur 4 hari, tanggal 2 sebagai ganti tanggal 26 yang masuk).

3store kudus beralamat di Jl. HM. Subhan No. 31 Purwosari Kudus, beneran nyari tempatnya sempet kesasar, padahal jalannya udah dilewati (tapi nggak nyadar, lah dilihat nama jalannnya nggak ada :D). Pake GPS kok ya signal lagi ga bersahabat, yaudah sekalian jalan-jalan. puter balik yang sebelumnya tanya sama petugas dishub yang ada dipinggir jalan. Udah ketemu Jl. HM. Subhan nyari tempatnya kok ya belum nemu juga, saya bagian yang lihat kanan jalan, maya kiri jalan. Sampe ujung jalan kok belum nemu juga, ngikut jalan ke arah Matahari Kudus udah beda nama jalan, yang lurus udah Jl. Ganehsa - yaudah puter balik - ternyata tempatnya udah kelewat tadi, tapi maya nggak ngeh haha *dasar*.

Setelah belok, alhamdulillah ngga rame, cuma ada satu orang bapak, sama bapak-bapak + 2 anaknya, setelah itu giliran saya.

Mbak-mbak CS nanyain apa yang bisa dibantu ?. Saya bilang pengurus kartu yang hilang, saya dikasih kertas kosong untuk tulis nomornya - setelah dicek - yang satu nomor bisa (tinggal nyebutin 5 nomor yang sering/pernah dihubungin) yang satu harus pakai cangkang (karena ngga pernah dibuat sms/telp). Yaudah saya nyari cangkangnya dulu, dan saya selesaikan di semarang setelah jam kerja usai karena tutup jam 6 sore.

Alhamdulillah sekarang nomor saya kembali semua, untuk kontak tidak saya pikirkan, apalagi handphonenya. Semoga dapat ganti yang lebih *aamiin*

Selasa, 30 Desember 2014

Catatan Hati Seorang Istri (CHSI)

Catatan Hati Seorang Istri (CHSI) yang tayang di RCTI mulai bulan puasa resmi tamat kemarin. CHSI merupakan sinetron favorit saya, daripada nonton manusia yang jadi hewan #malesbanget belagaknya males padahal kuliah jadi gabisa nonton :p. Jam tayang CHSI yang selalu berubah-ubah membuat saya males nonton di TV, belum lagi iklannya. Jadi saya klo nonton ya pagi nyari di youtube, lancar dan tanpa iklan :D

CHSI tamat pada episode 274. Menurut saya sinetron ini bagus dan ada nilai religiusnya, sinetron ini bercerita tentang suami yang selingkuh, kekerasan dalam rumah tangga, dan cara memperlakukan anak. Ketabahan Hana (Dewi Sandra) menerima kenyataan bahwa suaminya Bram selingkuh dengan teman kantornya Karin (Cut Meyriska) merupakan sikap yang perlu diacungi jempol. Tapi semoga tidak mengalaminya kelak *aamiin*. Pastilah perasaan semua wanita diaduk-aduk dalam sinetron ini, siapa sih yang mau mengalaminya ?

Permasalahan keluarga yang ada di sinetron ini adalah Pasangan suami istri Bram dan Hana mempunyai 1 anak yaitu Rosi, disini Bram berselingkuh dengan Karin, Karin yang selalu mengganggu kehidupan Hana padahal dia sudah menikah dengan Bram. Rudolf dan Anisa orang tua dari Dante, Rudolf yang terlalu pencemburu dan main tangan membuat mereka bercerai, tetapi diakhir cerita Rudolf sadar dengan sikap buruknya. Helmi dan Vina punya anak Nadia, Helmi diceritakan mempunyai anak dari hubungan gelapnya setelah rujuk dengan Vina, Vina belum bisa menerima kenyataan itu, tetapi akhirnya dia menerimanya dan menyayangi anak itu (Anto) seperti anaknya sendiri. Dan ada lagi Istri Ustadz yang tak kunjung dikaruniai anak.

Di episode terakhir ini saya mengutip nasehat Hana kepada Karin, bisa untuk pelajaran bersama.

 ''Karin, Pernikahan itu dilandasi oleh cinta dimana 2 manusia saling mencintai, bukan karena cinta sepihak atau cinta yang dibutakan oleh nafsu semata". 

"Mbak ingin menanyakan ke kamu, apakah selama ini kamu pernah merasakan cinta dari Mas Bram ? atau kamu hanya dibutakan ego dan nafsu karena kamu takut dikalahkan oleh wanita lain". 

"Saat ini kita adalah 2 wanita dewasa, pernikahan yang diawali karena perselingkuhan itu sama saja dengan membangun rumah diatas bara api. Selalu panas, penuh kecurigaan dan tidak pernah damai dihati". 

"Sedangkan pernikahan yang dilandasi karena cinta adalah penyempurnaan dari iman kita, Seperti rumah yang dibangun diatas air; sejuk, tenang, bahagia". 

"Sebagai seorang istri tugas kita adalah melayani, bukan menuntut. Memaafkan bukan menyimpan dendam. Sekarang pertanyaan mbak adalah apakah kamu bisa memaafkan Mas Bram ? disaat pernikahan terjalin begitu saja, 2 orang yang sangat berbeda saling bisa memaafkan". 

"Kenapa kamu tidak bisa bahagia ?, karena kamu selalu mencari kesalahan orang lain disekitar kamu yang sudah menyayangi kamu, tapi kamu sama sekali tidak mau memperbaiki diri kamu sendiri, sedangkan kamu berkali-kali dikasih kesempatan sama Allah, tetapi kamu selalu menyianyiakan kesempatan itu. mbak percaya tidak ada kata terlambat". 

"Kunci ada ditangan kamu (kalau ingin memperbaiki rumah tangga), tapi sebelum kamu berharap Mas Bram bisa memaafkan dirimu, kamu harus belajar memaafkan diri kamu sendiri".


Di season 2 nanti Hana (Dewi Sandra) akan digantikan oleh Pipik Dian Irawati istri Almarhum Ustadz Jefri.

Interior Rumah : Taco HPL Semarang

Rumahku Surgaku, Pasti lah ya idaman semua orang. Mulai dari interior sampai eksteriornya pasti diperhatikan demi kenyamanan hunian.

Menipisnya kayu yang ada sekarang ini, banyak orang berpindah pada interior selain berbahan kayu. Pembuatan interior Rumah seperti Ruang tamu, ruang keluarga, ruang kerja, kamar tidur, TV Cabinet, Almari Display dan Kitchen set pelapisnya biasa menggunakan Cat atau dengan HPL (High Pressure laminate).

HPL sendiri ada berbagai macam merk, harga dan tentunya kualitas. HPL merk Taco terdiri ada lebih dari 300 motif dan tekstur, tentunya pilihan yang tidak sedikit, bukan ?. Di Semarang ada Pusat HPL yang menyediakan HPL Taco.


 Katalog Taco HPL
Pusat HPL Semarang 
Alamat: Jl. Majapahit No. 172 Gayamsari, Semarang, Jawa Tengah. 
Ancer-ancernya: Depan Pasar Gayamsari, Samping Gerbang Tol Gayamsari, bersebelahan Holland Bakery
Nomor Telepon: 024 - 6720676
email: pusathpl@yahoo.co.id

Senin, 29 Desember 2014

Wisata Semarang : Pagoda Avalokitesvara Buddhagaya Watugong

Terakhir post pertengahan bulan, dan sekarang sudah diakhir bulan. Itu artinya sebentar lagi memasuki Tahun Baru 2015 *Alhamdulillah*.

Minggu kemarin saya ngga pulang Jepara, Ngesti minta ditemenin muter-muter #Semarang. Rencana awal sih tanggal 3-4 Januari klo tanggal 2 saya masuk kerja, dan ternyata tanggal 2 saya libur, sebagai ganti tanggal 26. berhubung kak imam dan saya mau pulang anteng dirumah, jadilah dimajuin tanggal 28 kemarin. Udah biasa idup di tanah orang masa libur 4 hari masih membusuk disini, gamau lah yaw :p.

Emang orang Indonesia banget klo jam molor ya, ngga tau karetnya terbuat dari apa hahaha. ngesti janjinya berangkat dari rumah jam 5 tau-taunya jam 10 malem baru berangkat, mampir sana mampir sini sampe sini sekitar jam set.2. Saya sih ngga khawatir soalnya dia barengan sama kak imam dan rombongan yang mau ke semarang atas ke Umbul Sidomukti, naik gunung kakak.


***

Bangun sekitar setengah 6, ehhh ternyata TV masih idup. buru-buru laporan ngesti baru tergugah hatinya untuk sholat sekitar jam 6. balik tiduran lagi nyusun rencana hari ini. Dia bingung bilang terserah saya mau kemana yang penting ke Watugong (karena udah pengen kesini dari dulu), saya males mikir. akhirnya diem sendiri-sendiri haha.

Kita keluar sekitar setengah 9, langsung ke Halte Trans Semarang / BRT (Bus Rapid Transit) Busway nya Semarang hihi. Kita milih BRT karena tarif jauh/dekat sama, secara kita mau ketempat nan jauh disana *lebay* dan juga saya trauma naik Bus Kota, ceritanya kemarin BB saya dua-duanya diambil orang, kapan-kapan saya ceritain deh :(.

Naik dari Halte Shelter 007, Tansit di Pemuda depan Balaikota pindah yang ke Ungaran turun di Halte Kesatrian. Sebelum ke Watugong mau mampir dulu ke rumahnya Ibu Kost ngesti pas dulu idup di semarang. Sambil bernostalgia cerita-cerita sma ibu kostnya ini itu (diceritain sekarang punya pacar baru, udah gitu brondong) hahaha. Kita ngga ketemu mba Feby (anaknya ibu kost) karena doi lagi kerja.

Setelah dirasa cukup, kita lanjut jalan lagi. Balik ke Halte Kesatrian ngga mau dilewatin dong moment foto narsis di jembatan penyebragan :p sembari nunggu BRT dateng.
Jembatan Penyebrangan Kesatrian


Setelah menempuh perjalan berapa menit ngga ngitung :p pokoknya ngga lama lah :D sampai di Halte Mega Residence karena didepan Watugong ngga ada halte, kita turun disana. Jaraknya ngga jauh-jauh banget dan kita memutuskan jalan kaki aja sekalian bakar lemak tanpa pindah angkot kuning.

Turun dari BRT kok ada bau enak hmmmm, setelah dicari sumber aroma yang ngga asing eng ing eng UBI bakar CILEMBU wkwkwk. Plis jangan bayangin rasanya, mending buruan beli dimakan ujan-ujan gini :p

Dan Akhirnya sampailah di Pagoda Avalokitesvara Buddhagaya Watugong. Panjang nian namanya, disebutin sekali tanpa napas pasti ngga bisa. Orang sering nyebut sih Watugong. Untuk yang perjalanan ke Solo / Jogja dari Semarang sempetin mampir kan ya dipinggir jalan tempatnya, ngga nyesel deh. Takjub liat tempatnya, ijo-ijoan dimana-mana. Eh iya masuk sini ngga bayar hlo - cuma ngisi buku tamu - isi kas sukarela *beres*. Selebihnya biarkan gambar yang bercerita :p

Watugong - yang dibelakang menjulang keatas itu pagodanya
Yang fotoin kurang handal, kabel buat charger diikutin :(

Akhirnya bisa foto berdua, minta tolong adek-adek hehe
Watugong - yang dibelakang itu pagoda dan Budha Tidur
Muntah ? muntah aja sekalian liat muke kite :p

Setelah muter-muter dari ujung kulon ke ujung barat, karena udah siang kita mutusin balik ke semarang bawah, Balik lagi ke Halte BRT. Menurut saya cukup enak kok wisata di semarang dengan BRT, busnya nyaman, ada ACnya, yang menurut saya jarang terjadi pencopetan, malulah pastinya klo nyopet secara ada CCTV. Ini bukan iklan BRT ya :p
ini dia penampakan di dalem bus BRT Semarang
Turun di Halte Pemuda - Transit yang ke Penggaron - Turun Halte Pandanaran karena kita mau ke Muslim Mode, beli cepol sekalian nunut sholat. Setelah selesai, lanjut ke Dyriana. Sekarang Pandanaran yang pusat Oleh-oleh jarang macet hlo, soalnya ada petugas dari dishub yang muter. Nglarang parkir dipinggir jalan dan sudah disediakan lahan parkir khusus tentunya.

Rencana tadinya juga pengen ke Lawang Sewu, tapi gagal karena lawang sewu rame banget. Diganti ke Gramed, disini ngga beli buku, saya cuma beli tinta permanent merah (nyari di jepara gaada haha) ngesti minta lolipop :p. Setelah dirasa cukup lanjut ke Masjid Raya Biturrahman, ademmm banget ya rasanya klo udah didalem masjid.

Tempat selanjutnya CL dan Plasa Matahari, tapi sebelumnya si ngesti sudah saya wanti-wanti ngga boleh ada yang beli baju wkwkwk. kesini cuma beli pesanan ponakan - adaptor untuk TP-Link (tapi ngga dapet) - udah. Setelah itu kita berpisah disini, karena rombongan kak imam juga udah sampe sini. Semoga lain kali bisa jalan bareng. Masih banyak tujuan wisata yang belum disambangi hehe.

Untuk lebih lengkapnya, bisa lihat foto-foto disini

Minggu, 14 Desember 2014

Supernova; Ksatria, Putri & Bintang Jatuh

Yeeyyyy nonton film (lagi), ke Kudus (lagi). Setelah Mingggu kemarin nonton Ku Kejar Cinta Ke Negeri China ada film baru Supernova; Ksatria, Putri dan Bintang Jatuh. Masih sama nontonnya di New Star Cineplex Kudus yang berada di Mall Matahari Lantai 3 Jl. Lukmono Hadi No.1 Kudus.

Film Supernova mulai tayang kemarin tangal 11 Desember 2014, langsunglah Si Ngesti tanya di Kudus udah ada belum?, saya cek di web sudah masuk. Cek jam tayangnya : 12:10, 14:30, 16:50, 19:10, 20:30. Yaudah mungkin takdirnya nemenin dia nonton (lagi), kasian klo dia nonton sendiri. Awalnya sih ga minat karena ada salah satu pemain yang saya ga suka. Berhubung ada Bang Junot, Berangkattt !!!

Tapi yang bikin kesel itu jam tayang di Web sama disananya beda. Kemarin nonton aja telat setengah jam --_______----. Trus saya tanya kok bisa beda ? ternyata jadwal yang bener itu yang ada di Facebook. Mana tau ya lah wong gapunya FBnya wkwkwkwk.

Rencana nonton minggu milih jam tayang yang awal, takutnya kemaleman seperti minggu kemarin. Setelah dipikir-pikir, mending malam minggu aja, saya nunggu di Kalinyamatan langsung mlipir ke kudus. Biar minggu saya bisa istirahat dirumah hehehe.


****


Film ini besutan dari Novel Karya Dee Lestari berjudul Ksatria, Putri & Bintang Jatuh.

Supernova; Ksatria, Putri & Bintang Jatuh secara garis besar bercerita tentang kekacauan cinta terlarang yang terasa benar dalam keteraturan. Untuk lokasi shooting diambil di Washington, Jakarta, Bali, Medan, Madura dan Labuhan Bajo *kerennn*

Filmnya bertabur bintang seperti Herjunot Ali sebagai Ferre, Raline Shah (Rana), Fedi Nuril (Arwin), Paula Verhoeven (Diva), Arifin Putra (Reuben), dan Hamish Daud (Dimas).

Diceritakan dua mahasiswa Indonesia yang sedang belajar di Amerika, Dimas (Hamish Daud) dan Ruben (Arifin Putra) mulai menulis sebuah karya yang diberi judul Ksatria, Putri, dan Bintang Jatuh. Senada dengan itu, dalam kehidupan nyata, sebuah kisah cinta terlarang terjalin antara Ferre (Herjunot Ali) dan Rana (Raline Shah). Rana bersuami Arwin (Fedi Nuril).

Cinta terlarang antara Ferre dan Rana merupakan dinamika yang terjadi antara tokoh Ksatria dan Putri dalam cerita fiksi Dimas dan Ruben. Tokoh ketiganya Bintang Jatuh yang diperankan Diva (Paula Verhoeven), seorang model terkenal yang juga menjadi pekerja seks kelas atas. Tanpa ada yang bisa mengantisipasi, kehadiran sosok bernama Supernova menjadi kunci penentu yang akhirnya merajut kehidupan nyata antara Ferre-Rana-Diva dengan kisah fiksi karya Dimas-Ruben dalam satu dimensi kehidupan yang sama.


Filmnya seru, nyesel klo ga nonton. Tapi jujur saya masih bingung dengan endingnya yang masih belum jelas.

Rabu, 10 Desember 2014

Akhir Tahun ?


Setiap hari, pertama sebelum duduk di kantor yang dilihat lebih dulu adalah kalender. Minggu ini baru minggu kedua Desember dan masih harus (tetap) bekerja. Melihat kalender pasti melihat 2 minggu terakhir Desember. Seolalah-olah hati menggebu-gebu tidak sabar untuk libur akhir tahun yang sudah menunggu.

Untuk sebagian ataupun kebanyakan orang, akhir tahun menjadi liburan yang sangat pas. Mulai libur Natal sampai Tahun Baru. Apalagi tahun ini Natal dan Tahun Baru jatuh pada hari Kamis. Itu berarti, Jum'at bisa menjadi "BONUS" liburan, selain karena tanggal 26 Desember merupakan Cuti Bersama. Pastinya ini kesempatan berharga untuk liburan menutup Tahun 2014.

Setelah kurang lebih hampir setahun berkutat dengan pekerjaan, tak ada salahnya berlibur untuk menyegarkan diri. Yang jadi pertanyaan, Liburan kemana akhir tahun ?

Liburan ke Pantai, Gunung, Menikmati Air Terjun, Ke Taman Nasional, atau ke Taman Rekreasi seperti Ancol, Trans Studio Bandung, atau sekedar nongkrong di Kafe ?. Liburan ke Bali juga bisa jadi pilihan, tetapi di moment bagus pasti ramee bangettt. Yang ada macet dimana-mana. Atauuuu mau ke luar negeri ? Semua tergatung dari kantong haha.

Untuk orang yang kurang suka dengan keramaian dan kemacetan pastilah lebih memilih duduk santei dirumah sambil menonton TV, menikmati Film akhir Tahun. Atau lebih memilih untuk tidur -______-

Yang terpenting, kemanapun liburannya. Mari Kita sambut  Tahun Baru dengan Semangat Baru !

Minggu, 07 Desember 2014

Ku Kejar Cinta Ke Negeri Cina

Akhirnya nonton lagi hehehe. Kali ini saya nonton film Ku Kejar Cinta Ke Negeri Cina di Newstar Cineplex Kudus. Baru pertama kalinya saya nonton disini. Film ini rilis tanggal 4 Desember kemarin. Saya pengen nonton karena lokasi shootingnya ada yang diambil di Demak dan Semarang hingga ke negeri Cina.

Film bergenre Romantis Religi ini memang bagus ceritanya. tapi kurang meng-explore lokasi shootingnya mungkin fokus ke cerita kali ya :D. Film ini dibintangi oleh Kemal Palevi, Adipati Dolken, Eriska Rein, Nina Zatulini, Ernes Prakasa dan masih ada artis-artis senior yang berperan sebagai orang tua.

****

Tuntutlah Ilmu Sampai Ke Negeri Cina, mungkin pepatah itu tidaklah asing bagi kita. Bukan hanya ilmu, Cinta juga harus dikejar sampai ke Negeri Cina.

Dikisahkan dalam film, Ridwan Imam Fadli yang lebih akrab dipanggil Imam (diperankan oleh Adipati Dolken) menjadi Mahasiswa Tua yang tak kunjung selesai Skripsi atau Tugas Akhir-nya. Nama yang Islami tidak berbanding lurus dengan sikapnya dalam beribadah, dia nyaris tidak melakukan kewajibannya sebagai seorang muslim.

Kekasih imam, Widya (Nina Zatulini) adik kelasnya telah menyelesaikan kuliahnya dan kini sudah bekerja. Imam dan Widya sudah berpacaran selama 4 tahun, widya mulai tidak sabar dengan imam karena kuliahnya tak kunjung selesai. Imam juga kecewa terhadap widya karena berpakaian sexy ke kantor. Imam khawatir Manager widya yang masih muda jatuh hati pada widya.

Suatu hari, Imam menemani sahabatnya Billy (Ernes Prakasa) ke Klenteng Sam Poo Kong untuk mengunjungi leluhurnya. Disana, dia bertemu dengan Chen Jia Li (Eriska Rein). Seorang Wanita muslim dari Cina yang berlibur ke Semarang tempat leluhurnya sebelum dikhitbah oleh Ma Fu Hsien (Mithu Nisar), seorang pemilik padepokan Wing Chun dan Pesantren di Beijing. Imam terpesona pada keramahan dan keanggunan Chen Jia Li yang berhijab dan menutup aurat.

Imam merasa nyaman dengan Chen Jia Li. Chen Jia Li tidak pernah menyuruh / memaksa imam untuk beribadah, berbanding dengan widya yang selalu menyuruhnya beribadah. Menurut Chen Jia Li, ibadah harus dimulai dari diri sendiri tanpa perlu diingatkan orang lain, semua harus dari dirinya sendiri.

Imam memutuskan hubungannya dengan Widya dan lebih memilih menyatakan cinta pada Chen Jia Li. Widya meminta maaf dan berjanji akan memperbaiki penampilannya. Tetapi keadaan berkata lain, Chen Jia Li sudah kembali ke Negara asalnya. Ketika suatu malam imam diajak makan malam bersama orang tua Billy, Billy mendapatkan tiket ke Beijing dari orang tuanya. Tanpa berpikir panjang Imam memutuskan ikut dengan Billy dan meminta saku dari orang tuanya.

Sesampainya di Beijing, Cina, Imam ingin segera melamar dengan sesuatu yang dipertanyakan pada Chen Jia Li sewaktu di Indonesia. Tetapi imam harus menelan pil kekecewaan setelah mengetahui Chen Jia Li khitbah oleh Ma Fu Hsein. Imam tidak menyerah begitu saja, imam mengikuti saran Billy untuk meminta Ma Fu Hsein melepaskan Chen Jia Li. Chen Jia Li menjadi bimbang. Dia menyukai Imam tapi tidak memiliki alasan untuk menolak khitbah Ma Fu Hsein.

Saat itulah, Widya menyusul Imam ke Beijing  memakai hijab, dia berharap bahwa hubungannya dengan Imam akan kembali seperti dulu lagi seiring dengan perubahan penampilannya. Tetapi tetap ditolak imam, widya ingin melepaskan hijabnya tetapi dilarang oleh Chen Jia Li. Dia menyatakan bahwa niatnya salah kalau utuk imam, sebaiknya niat menutup aurat itu dengan niat kepada Allah. Karena berhijab itu Perintah.


****

Banyak sekali pelajaran dalam hidup, tak terkecuali kita bisa mengambilnya dari sebuah film.


Cerita Kudus

Minggu kemarin saya dan ngesti mlipir ke kudus, entah ke berapa kalinya ya ngesti lagi ngesti lagi. habisnya mau siapa lagi ? wkwkwk. Memang sudah direncanakan jauh-jauh hari kita pengen nonton film "Ku Kejar Cinta Ke Negeri Cina" di Newstar Cineplex Kudus. Keren ya Kudus udah ada, Jepara bioskop Mutiara mau dibuka lagi kapan ? dari pada dibuat kencing orang-orang -lol- Beberapa bulan kemarin udah pengen nonton disini, berhubung film yang pengen ditonton belum ada, ya sudah saya urungkan dan nontonnya di semarang saja. Kenapa lebih milih ke kudus dan ngga di semarang ? karena tiketnya lebih murah di kudus, lebih deket juga.

Kita berdua dari rumah jam setengah 3, kesorean banget kan ya ! gara-gara ngesti tidurnya kebablasan hahaha. Awalnya acara nonton diurungkan karena sedari pagi Jepara dilanda hujan gerimis romantis dan kadang ujan gedhe tapi demi film itu ditembuslah. Dari rumah udah kayak alien pake jas ujan ehhhh sampe kudus ternyata cerah terang benderang puanas banget, Udah kayak orang salah tempat kemarin :|. Masuk kudus langsung nyari SPBU ngga mau kan ya masuk mall kucel banget hahaha, mampirlah kita di SPBU Prambatan, bebersih motor, orangnya, dan sekalian juga ngesti laporan, saya cuma numpang buang air kecil (lagi halangan).

Bebersih selesai lanjut perjalanan - rencana mau mampir ADA kudus (didepannya lebih tepatnya) untuk beli pesanannya maya "mie lidi" atau mie biting - ternyata yang jualan udah gaada, entah udah abis atau emang ga jualan. Lanjut jalan, kita mampir indo dulu, beli amunisi (yang ini emang gaboleh ketinggalan) ngga mau kan ya didalem kelaperan -lol-.

Sampai di parkiran Hypermart sekitar jam 16.00 masih santai kan ya, kemarin saya cek di web jam tanyangnya 16.20. tapi ngga taunya jam tayang jadi 16.10, ngga sinkron banget. Buru-buru antri tiket - bayar - masuk studio 2 (dianterin mbak-mbak cantik yang belahan bajunya se-paha) ternyata udah dimulai, tapi untungnya baru aja mulainya, klo udah lama kucekik si mbaknya :p. Ini cerita filmnya Ku Kejar Cinta Ke Negeri Cina
seperti biasa, tiap nonton mesti diusir gara-gara nempatin tempat duduk yang salah, abisnya kita blank banget, udah cepet-cepet tadi :p.

Film sudah selesai, kita keluar dan masuk BUTI yang sebelum masuk bioskop kita lirik tadi, biasa cewe :p. Bajunya lumayan tapi kita ga beli, bulan ini gada anggaran buat yang itu. lanjut lagi kita ke Matahari, liat-liat baju karena ngesti niatnya mau beliin ibunya baju, tapi ga nemu. Dari pada kelamaan disini karena durasi, kita turun saya mau nyari sepatu - udah naksir - minta ukuran - kebesaran (padahal ukuran paling kecil) - yawis gagal nih kaki dapet sepatu baru :p

Kembali ke parkiran buat ambil motor, masih ada satu tempat lagi yang saya pengen banget kesana karena udah ngidam (baca: keinginan terpendam) untuk mengobati Rindu hati *ciyeee*. Yapppp Jagung Bakar Wergu yang tempat jualannya dekat dengan GOR Wergu. Udah dari sononya kalik ya namanya jagung itu suka banget. Dikenalin pulak sama Jagung Bakar yang enak banget jadinya ya numan gini.

Karena udah malem takut sampe rumah kemaleman, dan makanku belum selesai, yaudah bungkus lanjut perjalanan pulang.

Belum dapet baju buat ibunya ngesti, sampai jepara mampir Mutia buat nyari lagi - ga dapet - lanjut ke Jepara kota, mau ke Swalayan gajadi - kemarin dia udah kesini, tapi belum ada yang cocok. Yaudah tempat terakhir dan pilihan terakhir, Duta Mode. Sampe duta ngubek-ngubek ada yang ditaksir, mau dibayar takut emaknya ngga suka, yawis saya suruh besok sama ibunya buat cek sendiri - klo suka beli, enggak yaudah nyari lagi :p

Karena udah mau tutup dan udah malem banget dan ini jepara jadi jam malemnya mundur haha. Sampe rumah dengan selamat, lanjutin makan dan nonton TV akhirnya sukses ketiduran. Bangun-bangun udah jam 5, denger suara ummiku "ndug dewi, tangi wis jam 5. Balik Semarang ora ?" suara yang saya kangenin tiap pagi klo di Semarang. Nyawa belum kumpul sambil mikir, lah kok suara ummi ! kan baru malem minggu kemarin pergi ke Jawa Timur (lagi), ngga tahunya semalem jam 12 sampe rumahnya. Denger suara itu tapi males bangun - nyari selimut - kemudian ditarik (anget). Ngga lama kemudian gantian mba nuna yang bangunin hahaha, dasar !

Beberes, siap-siap diri - ngga mandi ya, kan dingin :p (meskipun masih ngantuk) tapi demi tugas, jalan dan semangat. Sembari nunggu kakak ipar saya sarapan, sarapanku disiapin mba nuna, dibuatin jahe anget juga (karena dapet jadi bebas puasa dan bisa sarapan). Udah siap, si kakak (mau) panasin motor, dannnn motornya drama gamau idup :p. Yaudah karena gamau kesiangan jadinya tuker motor sama biho (kakaku yang paling mancung) sekalian juga biar motornya dibenerin Mas Edi.

Alhamdulillah sampe semarang dengan selamat, masih bisa pake wifi kantor posting cerita ini dan buat tugas Hukum Lingkungan yang sudah tertunda-tunda dari kemarin :p

Kamis, 04 Desember 2014

Menjaga diri itu tidak mudah, saya harus bisa !

Seorang ibu dibelahan bumi manapun pasti menginginkan yang terbaik untuk anaknya, tak terkecuali Ummiku (baca: Ibuku).

Minggu kemarin seperti biasa sabtu sore jam 4 saya pulang ke Jepara. Libur kerja berarti saatnya bertemu orang tua, saudara dan cencunya ponakan tercinta :* *ketjup*. Keesokan harinya yaitu minggu pagi, saya bantuin ummi masak. Saya membuka obrolan dengan beliau tentang Ziarah kemarin ke Malang, Alhamdulillah rejeki anak wedok masih dapet bagian oleh-oleh dari Malang \m/. hingga sampai disuatu pembicaraan yang akan kuingat seumur hidupku !

"Jaga diri baik-baik, nglakuin itu klo udah jadi suaminya. Klo belum tunggu nanti"

usut punya usut sih kemarin waktu ziarah ketemu sama ibu-ibu yang satu rombongan, biasalah ibu-ibu klo ketemu pastinya ngobrol-ngobrol. Ummi ditanya punya anak perempuan tidak ? dijawab iya :D dan masih punya satu yang belum menikah, sekarang kerja + kuliah di Semarang. Jawaban dari temen rombongan ummi itu "kok jenengan angsal bu? kulo natih sumerep piyambak kelakuhan menungso kalih kewan aji kewane". Semoga putriku bisa jaga diri bu, jawab ummi.

 Memang benar saya sendiri juga sering dengar itu, semoga saya bisa menjaga diri hingga melakukannya dengan pasangan halalku *aamiin*

mungkin yang melakukan hal itu mereka yang kurang kasih sayang dari orang tua, stress, pergaulan yang terlewat batas, merasa dirinya tidak berguna, kurang teman dan hanya punya pacar sedangkan pacarnya mencumbu dengan hal yang begitu, dannnn kalah sama godaan citan wkwkwk atau faktor lainnya.

sering banget liat anak-anak yang sekolahnya dulu dibawah saya sekarang udah gendong baby -baru lulus SMP padahal-, mungkin dulu dia kebawa pergaulan hingga tak bisa berpikir panjang dan melakukan hal itu. klo udah gitu siapa yang mau disalahin ? semua sudah terlanjur !.

Menjaga diri itu tidak mudah, saya harus bisa !

Senin, 17 November 2014

Semakin dilarang, semakin dilanjutkan


Tante Dewi, Sakhi

Mau cerita soal keponakan nih, Namanya Sakhi :D
keponakan yang satu ini emang beda sama ponakan yang dari kakakku lain, sakhi juga ponakan yang pertama tinggal dirumah (yang sebelum-sebelumnya ortunya udah punya rumah jadi ya tinggal dirumahnya).

Bertubuh mungil emang ini anak, kasian emaknya pusing kenapa berat badan naiknya cuma dikit dan gedhenya juga ngga kek temen-temen seumurannya. Emang sih kalo urusan makan ini bocah agak susah, makan cuma comot-comot jajan / makanan dari orang lain yang nonton TV, tapi si doi always ngriweuhin *emang juwara klo urusan bikin orang gregetan*, makanan hasil comotan digigit dikit ---dibuang---- mau dibilangin ya sampe mulut berbusa masih kecil agak susah. Apalagi klo manggi saya, sukanya "Dewi" ngga pake tante, mungkin karena bisanya ngomong yang paling belakang hahaha. Dannnnn yang paling bikin jengkel itu klo dilarang ehhh malah dilanjutin, kek semacam disuruh ----sekarang klo nglarang dibalik :p-----

Ketemu Sakhi emang ngga bisa tiap hari, tapi di akhir minggu (waktu libur kerja + nguliah) cukup untuk mengobati. Semoga niat baik saya bisa membawa saya pulang, ngga lagi jauh dari orang tua. Semoga diberi kelancaran nanti testnya dan semoga lolos *Aamiin Ya Rabb*

Sakhi sekarang berumur 25 bulan, doi lahir di Hari ABRI yaitu 5 Oktober. Semoga kelahirannya dihari yang baik kedepannya juga semakin baik. Semoga menjadi anak sholeh, berbakti, berguna bagi sesama, menjadi pribadi yang baik, cerdas akal, baik budinya *aamiin*

Teuteup gaya cueknya ngga ketinggalan :p

ngga ngerti kenapa sekarang suka pake bergo \m/

ini yang paling keliatan abis nangis, nusul tante diajak foto ehh diem :D




Rabu, 12 November 2014

(kemarin) Tepat dimana (seharusnya) menjadi hari yang istimewa

"Semua yang dulunya baik (pada zamannya) akan digantikan dengan yang lebih baik (pada akhirnya)"

Quotes diatas saya dapatkan dari si Kupret Maya :D semalem sempet kebangun dan mata belum kebuka bener baca itu. Asal mulanya sih sebelum tidur (baca: ketiduran) bikin PM "Tepat dimana (seharusnya) menjadi hari yang istimewa".

Yayaaaa seharusnya memang begitu adanya, namun apa mau dikata takdir dan keputusan saya yang menyatakan sebaliknya.

Semoga kedepannya saya disandingkan dengan seseorang yang memang telah dipilihkan Yang Maha Kuasa disamping saya, membimbing saya, menuntun menuju Jannahnya :)))))). Tugas saya yaitu fokus. Yappp fokus masa depan, meng-istiqomahkan diri, memantaskan diri.

Yang dulu-dulu dijadikan pelajaran. Bismillah dengan menyebut asma-Mu :)))

Bismillahirrahmanirrahim

Kamis, 30 Oktober 2014

Gong Perdamaian Dunia dan Akar Seribu Jepara

Sesuai janji saya kemarin di postingan ini . Yappp setelah saya dan ngesti berpamitan untuk langsung terus saja (tanpa mampir rumah Eni) kita melanjutkan perjalanan dibawah matahari yang terik :p niatnya sih pengen makan bakso nulkir di deketnya pasar Kembang ehhhhh ternyata tutup, ngga jodoh kali ---______--- yaudah lanjut jalan, karena sudah waktu untuk menghadap mampirlah kita di SPBU Wedelan Bangsri. Setelah selesai, lanjut - di depan indo liat cappucino cincau - puter balik - beli *ternyata enak juga* dibanding sama yang di Mlonggo. Lanjut lagi, mau lanjut cari Bakso, Ngudi Roso tutup - jalan lagi - Bakso Pak Kumis *tutup* bener-bener ini janjian kalik ya tutup semua. eeeiitttzzz tapi perjuangan belum selesai, masih ada bakso inceran satu lagi, Bakso 77 di sekunir, deketnya SMP 2 Bangsri. Alhamdulillah buka - masih jodoh sama yang ini.

Setelah selesai, lanjut lagi jalan menuju Gong Perdamaian Dunia di Desa Plajan Kevamatan Pakis Adji, ngga jauh juga sih tempatnya. Nyari tempatnya juga ngga susah, karena setiap belokan / pertigaan / perempatan ada petunjuknya. Tiket masuk disini juga ngga mahal kok, berapa ya kemarin ? kalo ngga salah sih 4.000, 3000 tiket masuknya, yang seribu untuk parkir.

Gong Perdamaian Dunia - Jepara (Dok.pri)

Tanah dari berbagai negara

Gong perdamaian Dunia - jepara (fotonya dari belakang, soalnya depan rame banget :p)

Karena udah sore, kita ngga lama-lama disana. Mau lanjut satu tempat lagi. Akar Seribu tepatnya. tempatnya ngga jauh dari gong perdamaian dunia. Disana hawanya sejuk banget.
Akar Seribu - Jepara

Ngga kerasa seharian udah sama si ngesti :p. foto lainnya ada disini

Senin, 27 Oktober 2014

Benteng Portugis Jepara

Setiap ada tanggal merah dan hari minggu berarti pula dihari itu libur kerja, dan pastinya pulang ke Jepara *dasaranakemak*. Manusia yang berencana Tuhan-lah yang berkehendak :D --ya begitulah-- Niatnya pulang jepara istirahat dirumah biar dibilang anak rumahan :p mau bertelur atau ngapain dirumah :p tiba-tiba pagi buta si +ngesty ari  bbm ngajak ke Benteng Portugis. Niatnya sih dia pergi dengan novi, tapi karena novi ga diijinin ibunya keluar karena bertepatan 1 suro (1 Muharram) jadilah si ngesty ngajakin saya.

Benteng Portugis adalah benteng peninggalan Belanda dan masih berdiri sampai sekarang, tepatnya di ujung utara kabupaten jepara, untuk jelasnya bisa kunjungi disini . Saya kesana tidak berdua saja dengan ngesti, tetapi ada temen sekelasnya ngesti waktu Smea (baca: smk) diajak untuk mengantar ke lokasi, maklumlah baru sekali ini kita kesana :p sekitar setengah sembilan berangkatlah kita dari rumah saya, ehh bukan nding rumah orang tuaku :p. Meskipun diri ini sedang dilanda flu dan batuk alhamdulillah tetap diberi kekuatan hihihi. Melajulah kita ke rumah Eni yang ada di Desa Kaligarang, ternyata Kabupaten Jepara luas banget ya *pikirku* karena memang rumahnya eni di pelosok secara tidak langsung bisa melihat bahwa masih banyak rumah didaerah yang jauh dari pusat kota Jepara. Sesampainya dirumah eni ternyata si doi baru mandi, ngesti juga sih ga ngasih tahu klo kita udah berangkat. Untung aja mandinya ga lama :p. Setelah eni selesai mandi melesatlah kita berempat ke Benteng Portugis. kok berempat ? iya, si eni ngajakin ponakannya biar ada yang bonceng.

Siang kemarin itu siang yang sangat terik, dari rumah tubuh ini sudah dibungkus tutup rapet biar ga kepanasan :p. Perjalanan ke benteng portugis dai rumah eni tidak begitu lama. tetapi sebelum sampai ke lokasi belilah kita amunisi, takutnya disana kelaparan hahaha.

Tiket Masuk Benteng Portugis Jepara tidak terlalu mahal. untuk kemarin kita berempat cuma bayar 16rebu. Tiket masuk 3.500/orang ditambah parkir 1.000/motor. Setelah masuk, kita memilih untuk langsung naik kebukit -- baru nantinya motor ditinggal diatas kita turun ke bawah -- setelah itu balik keatas lagi. capek ? enggak juga :D capeknya terbayar sama pemandangan yang menakjubkan, ya meskipun matahari terasa udah diatas kepala *lebayamatya* *biarin*

Betapa teriknya siang itu
Pulau diseberang sana Pulau Mandalika, Sayang sekali air disini bukan bening tepatnya ya coklat

muntah, muntah aja sekalian liat foto kita :p


untuk lebih lengkapnya photo bisa dilihat disini

Setelah selesai dibawah kembalilah kita keatas menaiki anak tangga yang cukup curam, mungkin salah pilih jalan, soalnya tangga waktu turun ngga se-curam naiknya. jadilah kita sampai atas ngos-ngosan. istirahat sejenak kita duduk -- lanjut turun nyari tempat berteduh dan mengisi amunisi :p

Tenaga sudah kembali kumpul. kita sepakat untuk pulang karena memang rencana saya dan ngesti mau lanjut ke Gong Perdamaian Dunia dan Akar Seribu di Desa Plajan Kecamatan Pakis Adji Jepara. selengkapnya di postingan berikutnya :)))

Karena tadi berangkatnya kita ngga mampir/turun di hutan karet Keling, pulangnya kita mampir sekedar untuk foto-foto. berikut kenarsisan kita --____--



Hutan Karet Keling Jepara