Senin, 27 Oktober 2014

Benteng Portugis Jepara

Setiap ada tanggal merah dan hari minggu berarti pula dihari itu libur kerja, dan pastinya pulang ke Jepara *dasaranakemak*. Manusia yang berencana Tuhan-lah yang berkehendak :D --ya begitulah-- Niatnya pulang jepara istirahat dirumah biar dibilang anak rumahan :p mau bertelur atau ngapain dirumah :p tiba-tiba pagi buta si +ngesty ari  bbm ngajak ke Benteng Portugis. Niatnya sih dia pergi dengan novi, tapi karena novi ga diijinin ibunya keluar karena bertepatan 1 suro (1 Muharram) jadilah si ngesty ngajakin saya.

Benteng Portugis adalah benteng peninggalan Belanda dan masih berdiri sampai sekarang, tepatnya di ujung utara kabupaten jepara, untuk jelasnya bisa kunjungi disini . Saya kesana tidak berdua saja dengan ngesti, tetapi ada temen sekelasnya ngesti waktu Smea (baca: smk) diajak untuk mengantar ke lokasi, maklumlah baru sekali ini kita kesana :p sekitar setengah sembilan berangkatlah kita dari rumah saya, ehh bukan nding rumah orang tuaku :p. Meskipun diri ini sedang dilanda flu dan batuk alhamdulillah tetap diberi kekuatan hihihi. Melajulah kita ke rumah Eni yang ada di Desa Kaligarang, ternyata Kabupaten Jepara luas banget ya *pikirku* karena memang rumahnya eni di pelosok secara tidak langsung bisa melihat bahwa masih banyak rumah didaerah yang jauh dari pusat kota Jepara. Sesampainya dirumah eni ternyata si doi baru mandi, ngesti juga sih ga ngasih tahu klo kita udah berangkat. Untung aja mandinya ga lama :p. Setelah eni selesai mandi melesatlah kita berempat ke Benteng Portugis. kok berempat ? iya, si eni ngajakin ponakannya biar ada yang bonceng.

Siang kemarin itu siang yang sangat terik, dari rumah tubuh ini sudah dibungkus tutup rapet biar ga kepanasan :p. Perjalanan ke benteng portugis dai rumah eni tidak begitu lama. tetapi sebelum sampai ke lokasi belilah kita amunisi, takutnya disana kelaparan hahaha.

Tiket Masuk Benteng Portugis Jepara tidak terlalu mahal. untuk kemarin kita berempat cuma bayar 16rebu. Tiket masuk 3.500/orang ditambah parkir 1.000/motor. Setelah masuk, kita memilih untuk langsung naik kebukit -- baru nantinya motor ditinggal diatas kita turun ke bawah -- setelah itu balik keatas lagi. capek ? enggak juga :D capeknya terbayar sama pemandangan yang menakjubkan, ya meskipun matahari terasa udah diatas kepala *lebayamatya* *biarin*

Betapa teriknya siang itu
Pulau diseberang sana Pulau Mandalika, Sayang sekali air disini bukan bening tepatnya ya coklat

muntah, muntah aja sekalian liat foto kita :p


untuk lebih lengkapnya photo bisa dilihat disini

Setelah selesai dibawah kembalilah kita keatas menaiki anak tangga yang cukup curam, mungkin salah pilih jalan, soalnya tangga waktu turun ngga se-curam naiknya. jadilah kita sampai atas ngos-ngosan. istirahat sejenak kita duduk -- lanjut turun nyari tempat berteduh dan mengisi amunisi :p

Tenaga sudah kembali kumpul. kita sepakat untuk pulang karena memang rencana saya dan ngesti mau lanjut ke Gong Perdamaian Dunia dan Akar Seribu di Desa Plajan Kecamatan Pakis Adji Jepara. selengkapnya di postingan berikutnya :)))

Karena tadi berangkatnya kita ngga mampir/turun di hutan karet Keling, pulangnya kita mampir sekedar untuk foto-foto. berikut kenarsisan kita --____--



Hutan Karet Keling Jepara

Tidak ada komentar:

Posting Komentar