Selasa, 13 Januari 2015

Awal 2015

Postingan pertama di Tahun 2015 hehe, mau nulis dari kemarin-kemarin kok ya males, ini barusan dapet hidayah nulis huahua :'( ohh iya hampir lupa, Selamat Tahun Baru 2015. Semoga resolusi tahun 2014 yang belum kesampean, dibayar di tahun 2015 ini. Tapi untuk resolusi jangan banyak-banyak, nanti nggak jadi resolusi tapi cita-cita -_____--

Akhir tahun 2014 kemarin ada sesuatu yang membuat hati saya hancur berkeping-keping *padahalmasihutuh*, membuat hatiku rapuh *iniapalagi* lebay amat haha. Putus cinta ? enggak ! punya pacar aja enggak #ehhh. Kan emang nggak boleh pacaran (hiyak pembelaan). Sakit ? enggak juga, sakit nggak dirasain, klo badan agak rewel gausah digubris nanti juga ngrasa sehat :D. Jatuh ? iyaaaaa ! hatiku jatuh hati padamuuuu #eeaaaaa. enggak enggak barusan cuma bercanda yaa. Trus apa ? 2 Smartphonku dicopet *nangisdipojokan*. Lebih tepatnya satunya punyaku sendiri, satunya lagi punya kantor, yang bikin  sedih itu kenapa ngga punyaku aja yg diambil mana ada copet pilih-pilih, BB kantor kan penting.

Ceritanya begini, niatnya pengen kerja nggak telat - nunggu kakak ipar ke semarang setelah Pengajian rutin Maulid Nabi di Masjid Mbah Sahil. selesainya jam setengah 9, sampe semarang pasti mau jam makan siang *nggak enak sama temen kerja yang lain*- berangkat ke semarang naik bus (travel adanya jam 7 telat pastinya, wong masuk jam 8), sampe Terminal terboyo sekitar jam Setengah 8 kurang - nunggu bus yang lewat gajah (biar ga pindah angkot) - nunggu udah lama nggak nongol juga - adanya bus yang lewat dr.cipto - naik, nanti pindah angkot di Halmahera. Waktu mau turun di Halmahera 2 BB saya masukkan tas yang sebelumnya saya pegangi karena takutnya ada yang menghubungi. Nah pas turun itu HP-nya diambil, saya baru tersadar ketika saya sudah duduk diangkot. tas saya sudah kebuka, HP sudah tidak ada. Pelajarn yang bisa saya ambil dari kejadian ini, sebaiknya jangan bermain HP saat didalam kendaraan umum, kalau turun bus sebaiknya tas dikekep ditaruh depan *dipeluk-peluk gitu* hehe.

****

Karena nomor Three yang saya gunakan di dua BB tersebut sudah lama saya gunakan, otomatis saya nggak mau pindah kelain hati, nomor juga nomor cantik seperti orangnya . Nanti info satu-satu dan saya ngga punya nomor dari mereka *yangadamalahrepot*. Dan sekarang klo ada nomor masuk entah itu telpon atau sms pasti tanya "ini siapa" sempet juga dibilang amnesia -__-

Perjuangan mengurus SIM Card Three (3) yang hilang saya mulai hari dimana hilangnya, nggak punya nomor Three (3) ngga bikin otak saya mampet untuk menghubungi CS. Yappp jalan satu-satunya manfaatin apa yang ada, kirim email ke 3care ini emailnya 3Care@three.co.id . Saya menanyakan untuk pengurusan nomor di jepara bisa atau tidak?. responnya menurut saya cepat, tetapi jawaban yang saya dapat kurang membuat hati lega karena 3store terdekat hanya ada di Kudus dan Semarang. Untuk lebih lengkapnya bisa dicek disini. Karena akhir tahun, takut kan ya libur disaat saya kesana secara tanggal merah berjejer. Ternyata untuk Kudus Off dan Semarang buka terus, saya nggak milih semarang karena pengurusan nanti ribet izin keluar. Yaudah tanggal 2 Januari ngurus di Kudusdianter sama Maya (kebetulan libur 4 hari, tanggal 2 sebagai ganti tanggal 26 yang masuk).

3store kudus beralamat di Jl. HM. Subhan No. 31 Purwosari Kudus, beneran nyari tempatnya sempet kesasar, padahal jalannya udah dilewati (tapi nggak nyadar, lah dilihat nama jalannnya nggak ada :D). Pake GPS kok ya signal lagi ga bersahabat, yaudah sekalian jalan-jalan. puter balik yang sebelumnya tanya sama petugas dishub yang ada dipinggir jalan. Udah ketemu Jl. HM. Subhan nyari tempatnya kok ya belum nemu juga, saya bagian yang lihat kanan jalan, maya kiri jalan. Sampe ujung jalan kok belum nemu juga, ngikut jalan ke arah Matahari Kudus udah beda nama jalan, yang lurus udah Jl. Ganehsa - yaudah puter balik - ternyata tempatnya udah kelewat tadi, tapi maya nggak ngeh haha *dasar*.

Setelah belok, alhamdulillah ngga rame, cuma ada satu orang bapak, sama bapak-bapak + 2 anaknya, setelah itu giliran saya.

Mbak-mbak CS nanyain apa yang bisa dibantu ?. Saya bilang pengurus kartu yang hilang, saya dikasih kertas kosong untuk tulis nomornya - setelah dicek - yang satu nomor bisa (tinggal nyebutin 5 nomor yang sering/pernah dihubungin) yang satu harus pakai cangkang (karena ngga pernah dibuat sms/telp). Yaudah saya nyari cangkangnya dulu, dan saya selesaikan di semarang setelah jam kerja usai karena tutup jam 6 sore.

Alhamdulillah sekarang nomor saya kembali semua, untuk kontak tidak saya pikirkan, apalagi handphonenya. Semoga dapat ganti yang lebih *aamiin*

Selasa, 30 Desember 2014

Catatan Hati Seorang Istri (CHSI)

Catatan Hati Seorang Istri (CHSI) yang tayang di RCTI mulai bulan puasa resmi tamat kemarin. CHSI merupakan sinetron favorit saya, daripada nonton manusia yang jadi hewan #malesbanget belagaknya males padahal kuliah jadi gabisa nonton :p. Jam tayang CHSI yang selalu berubah-ubah membuat saya males nonton di TV, belum lagi iklannya. Jadi saya klo nonton ya pagi nyari di youtube, lancar dan tanpa iklan :D

CHSI tamat pada episode 274. Menurut saya sinetron ini bagus dan ada nilai religiusnya, sinetron ini bercerita tentang suami yang selingkuh, kekerasan dalam rumah tangga, dan cara memperlakukan anak. Ketabahan Hana (Dewi Sandra) menerima kenyataan bahwa suaminya Bram selingkuh dengan teman kantornya Karin (Cut Meyriska) merupakan sikap yang perlu diacungi jempol. Tapi semoga tidak mengalaminya kelak *aamiin*. Pastilah perasaan semua wanita diaduk-aduk dalam sinetron ini, siapa sih yang mau mengalaminya ?

Permasalahan keluarga yang ada di sinetron ini adalah Pasangan suami istri Bram dan Hana mempunyai 1 anak yaitu Rosi, disini Bram berselingkuh dengan Karin, Karin yang selalu mengganggu kehidupan Hana padahal dia sudah menikah dengan Bram. Rudolf dan Anisa orang tua dari Dante, Rudolf yang terlalu pencemburu dan main tangan membuat mereka bercerai, tetapi diakhir cerita Rudolf sadar dengan sikap buruknya. Helmi dan Vina punya anak Nadia, Helmi diceritakan mempunyai anak dari hubungan gelapnya setelah rujuk dengan Vina, Vina belum bisa menerima kenyataan itu, tetapi akhirnya dia menerimanya dan menyayangi anak itu (Anto) seperti anaknya sendiri. Dan ada lagi Istri Ustadz yang tak kunjung dikaruniai anak.

Di episode terakhir ini saya mengutip nasehat Hana kepada Karin, bisa untuk pelajaran bersama.

 ''Karin, Pernikahan itu dilandasi oleh cinta dimana 2 manusia saling mencintai, bukan karena cinta sepihak atau cinta yang dibutakan oleh nafsu semata". 

"Mbak ingin menanyakan ke kamu, apakah selama ini kamu pernah merasakan cinta dari Mas Bram ? atau kamu hanya dibutakan ego dan nafsu karena kamu takut dikalahkan oleh wanita lain". 

"Saat ini kita adalah 2 wanita dewasa, pernikahan yang diawali karena perselingkuhan itu sama saja dengan membangun rumah diatas bara api. Selalu panas, penuh kecurigaan dan tidak pernah damai dihati". 

"Sedangkan pernikahan yang dilandasi karena cinta adalah penyempurnaan dari iman kita, Seperti rumah yang dibangun diatas air; sejuk, tenang, bahagia". 

"Sebagai seorang istri tugas kita adalah melayani, bukan menuntut. Memaafkan bukan menyimpan dendam. Sekarang pertanyaan mbak adalah apakah kamu bisa memaafkan Mas Bram ? disaat pernikahan terjalin begitu saja, 2 orang yang sangat berbeda saling bisa memaafkan". 

"Kenapa kamu tidak bisa bahagia ?, karena kamu selalu mencari kesalahan orang lain disekitar kamu yang sudah menyayangi kamu, tapi kamu sama sekali tidak mau memperbaiki diri kamu sendiri, sedangkan kamu berkali-kali dikasih kesempatan sama Allah, tetapi kamu selalu menyianyiakan kesempatan itu. mbak percaya tidak ada kata terlambat". 

"Kunci ada ditangan kamu (kalau ingin memperbaiki rumah tangga), tapi sebelum kamu berharap Mas Bram bisa memaafkan dirimu, kamu harus belajar memaafkan diri kamu sendiri".


Di season 2 nanti Hana (Dewi Sandra) akan digantikan oleh Pipik Dian Irawati istri Almarhum Ustadz Jefri.

Interior Rumah : Taco HPL Semarang

Rumahku Surgaku, Pasti lah ya idaman semua orang. Mulai dari interior sampai eksteriornya pasti diperhatikan demi kenyamanan hunian.

Menipisnya kayu yang ada sekarang ini, banyak orang berpindah pada interior selain berbahan kayu. Pembuatan interior Rumah seperti Ruang tamu, ruang keluarga, ruang kerja, kamar tidur, TV Cabinet, Almari Display dan Kitchen set pelapisnya biasa menggunakan Cat atau dengan HPL (High Pressure laminate).

HPL sendiri ada berbagai macam merk, harga dan tentunya kualitas. HPL merk Taco terdiri ada lebih dari 300 motif dan tekstur, tentunya pilihan yang tidak sedikit, bukan ?. Di Semarang ada Pusat HPL yang menyediakan HPL Taco.


 Katalog Taco HPL
Pusat HPL Semarang 
Alamat: Jl. Majapahit No. 172 Gayamsari, Semarang, Jawa Tengah. 
Ancer-ancernya: Depan Pasar Gayamsari, Samping Gerbang Tol Gayamsari, bersebelahan Holland Bakery
Nomor Telepon: 024 - 6720676
email: pusathpl@yahoo.co.id

Senin, 29 Desember 2014

Wisata Semarang : Pagoda Avalokitesvara Buddhagaya Watugong

Terakhir post pertengahan bulan, dan sekarang sudah diakhir bulan. Itu artinya sebentar lagi memasuki Tahun Baru 2015 *Alhamdulillah*.

Minggu kemarin saya ngga pulang Jepara, Ngesti minta ditemenin muter-muter #Semarang. Rencana awal sih tanggal 3-4 Januari klo tanggal 2 saya masuk kerja, dan ternyata tanggal 2 saya libur, sebagai ganti tanggal 26. berhubung kak imam dan saya mau pulang anteng dirumah, jadilah dimajuin tanggal 28 kemarin. Udah biasa idup di tanah orang masa libur 4 hari masih membusuk disini, gamau lah yaw :p.

Emang orang Indonesia banget klo jam molor ya, ngga tau karetnya terbuat dari apa hahaha. ngesti janjinya berangkat dari rumah jam 5 tau-taunya jam 10 malem baru berangkat, mampir sana mampir sini sampe sini sekitar jam set.2. Saya sih ngga khawatir soalnya dia barengan sama kak imam dan rombongan yang mau ke semarang atas ke Umbul Sidomukti, naik gunung kakak.


***

Bangun sekitar setengah 6, ehhh ternyata TV masih idup. buru-buru laporan ngesti baru tergugah hatinya untuk sholat sekitar jam 6. balik tiduran lagi nyusun rencana hari ini. Dia bingung bilang terserah saya mau kemana yang penting ke Watugong (karena udah pengen kesini dari dulu), saya males mikir. akhirnya diem sendiri-sendiri haha.

Kita keluar sekitar setengah 9, langsung ke Halte Trans Semarang / BRT (Bus Rapid Transit) Busway nya Semarang hihi. Kita milih BRT karena tarif jauh/dekat sama, secara kita mau ketempat nan jauh disana *lebay* dan juga saya trauma naik Bus Kota, ceritanya kemarin BB saya dua-duanya diambil orang, kapan-kapan saya ceritain deh :(.

Naik dari Halte Shelter 007, Tansit di Pemuda depan Balaikota pindah yang ke Ungaran turun di Halte Kesatrian. Sebelum ke Watugong mau mampir dulu ke rumahnya Ibu Kost ngesti pas dulu idup di semarang. Sambil bernostalgia cerita-cerita sma ibu kostnya ini itu (diceritain sekarang punya pacar baru, udah gitu brondong) hahaha. Kita ngga ketemu mba Feby (anaknya ibu kost) karena doi lagi kerja.

Setelah dirasa cukup, kita lanjut jalan lagi. Balik ke Halte Kesatrian ngga mau dilewatin dong moment foto narsis di jembatan penyebragan :p sembari nunggu BRT dateng.
Jembatan Penyebrangan Kesatrian


Setelah menempuh perjalan berapa menit ngga ngitung :p pokoknya ngga lama lah :D sampai di Halte Mega Residence karena didepan Watugong ngga ada halte, kita turun disana. Jaraknya ngga jauh-jauh banget dan kita memutuskan jalan kaki aja sekalian bakar lemak tanpa pindah angkot kuning.

Turun dari BRT kok ada bau enak hmmmm, setelah dicari sumber aroma yang ngga asing eng ing eng UBI bakar CILEMBU wkwkwk. Plis jangan bayangin rasanya, mending buruan beli dimakan ujan-ujan gini :p

Dan Akhirnya sampailah di Pagoda Avalokitesvara Buddhagaya Watugong. Panjang nian namanya, disebutin sekali tanpa napas pasti ngga bisa. Orang sering nyebut sih Watugong. Untuk yang perjalanan ke Solo / Jogja dari Semarang sempetin mampir kan ya dipinggir jalan tempatnya, ngga nyesel deh. Takjub liat tempatnya, ijo-ijoan dimana-mana. Eh iya masuk sini ngga bayar hlo - cuma ngisi buku tamu - isi kas sukarela *beres*. Selebihnya biarkan gambar yang bercerita :p

Watugong - yang dibelakang menjulang keatas itu pagodanya
Yang fotoin kurang handal, kabel buat charger diikutin :(

Akhirnya bisa foto berdua, minta tolong adek-adek hehe
Watugong - yang dibelakang itu pagoda dan Budha Tidur
Muntah ? muntah aja sekalian liat muke kite :p

Setelah muter-muter dari ujung kulon ke ujung barat, karena udah siang kita mutusin balik ke semarang bawah, Balik lagi ke Halte BRT. Menurut saya cukup enak kok wisata di semarang dengan BRT, busnya nyaman, ada ACnya, yang menurut saya jarang terjadi pencopetan, malulah pastinya klo nyopet secara ada CCTV. Ini bukan iklan BRT ya :p
ini dia penampakan di dalem bus BRT Semarang
Turun di Halte Pemuda - Transit yang ke Penggaron - Turun Halte Pandanaran karena kita mau ke Muslim Mode, beli cepol sekalian nunut sholat. Setelah selesai, lanjut ke Dyriana. Sekarang Pandanaran yang pusat Oleh-oleh jarang macet hlo, soalnya ada petugas dari dishub yang muter. Nglarang parkir dipinggir jalan dan sudah disediakan lahan parkir khusus tentunya.

Rencana tadinya juga pengen ke Lawang Sewu, tapi gagal karena lawang sewu rame banget. Diganti ke Gramed, disini ngga beli buku, saya cuma beli tinta permanent merah (nyari di jepara gaada haha) ngesti minta lolipop :p. Setelah dirasa cukup lanjut ke Masjid Raya Biturrahman, ademmm banget ya rasanya klo udah didalem masjid.

Tempat selanjutnya CL dan Plasa Matahari, tapi sebelumnya si ngesti sudah saya wanti-wanti ngga boleh ada yang beli baju wkwkwk. kesini cuma beli pesanan ponakan - adaptor untuk TP-Link (tapi ngga dapet) - udah. Setelah itu kita berpisah disini, karena rombongan kak imam juga udah sampe sini. Semoga lain kali bisa jalan bareng. Masih banyak tujuan wisata yang belum disambangi hehe.

Untuk lebih lengkapnya, bisa lihat foto-foto disini

Minggu, 14 Desember 2014

Supernova; Ksatria, Putri & Bintang Jatuh

Yeeyyyy nonton film (lagi), ke Kudus (lagi). Setelah Mingggu kemarin nonton Ku Kejar Cinta Ke Negeri China ada film baru Supernova; Ksatria, Putri dan Bintang Jatuh. Masih sama nontonnya di New Star Cineplex Kudus yang berada di Mall Matahari Lantai 3 Jl. Lukmono Hadi No.1 Kudus.

Film Supernova mulai tayang kemarin tangal 11 Desember 2014, langsunglah Si Ngesti tanya di Kudus udah ada belum?, saya cek di web sudah masuk. Cek jam tayangnya : 12:10, 14:30, 16:50, 19:10, 20:30. Yaudah mungkin takdirnya nemenin dia nonton (lagi), kasian klo dia nonton sendiri. Awalnya sih ga minat karena ada salah satu pemain yang saya ga suka. Berhubung ada Bang Junot, Berangkattt !!!

Tapi yang bikin kesel itu jam tayang di Web sama disananya beda. Kemarin nonton aja telat setengah jam --_______----. Trus saya tanya kok bisa beda ? ternyata jadwal yang bener itu yang ada di Facebook. Mana tau ya lah wong gapunya FBnya wkwkwkwk.

Rencana nonton minggu milih jam tayang yang awal, takutnya kemaleman seperti minggu kemarin. Setelah dipikir-pikir, mending malam minggu aja, saya nunggu di Kalinyamatan langsung mlipir ke kudus. Biar minggu saya bisa istirahat dirumah hehehe.


****


Film ini besutan dari Novel Karya Dee Lestari berjudul Ksatria, Putri & Bintang Jatuh.

Supernova; Ksatria, Putri & Bintang Jatuh secara garis besar bercerita tentang kekacauan cinta terlarang yang terasa benar dalam keteraturan. Untuk lokasi shooting diambil di Washington, Jakarta, Bali, Medan, Madura dan Labuhan Bajo *kerennn*

Filmnya bertabur bintang seperti Herjunot Ali sebagai Ferre, Raline Shah (Rana), Fedi Nuril (Arwin), Paula Verhoeven (Diva), Arifin Putra (Reuben), dan Hamish Daud (Dimas).

Diceritakan dua mahasiswa Indonesia yang sedang belajar di Amerika, Dimas (Hamish Daud) dan Ruben (Arifin Putra) mulai menulis sebuah karya yang diberi judul Ksatria, Putri, dan Bintang Jatuh. Senada dengan itu, dalam kehidupan nyata, sebuah kisah cinta terlarang terjalin antara Ferre (Herjunot Ali) dan Rana (Raline Shah). Rana bersuami Arwin (Fedi Nuril).

Cinta terlarang antara Ferre dan Rana merupakan dinamika yang terjadi antara tokoh Ksatria dan Putri dalam cerita fiksi Dimas dan Ruben. Tokoh ketiganya Bintang Jatuh yang diperankan Diva (Paula Verhoeven), seorang model terkenal yang juga menjadi pekerja seks kelas atas. Tanpa ada yang bisa mengantisipasi, kehadiran sosok bernama Supernova menjadi kunci penentu yang akhirnya merajut kehidupan nyata antara Ferre-Rana-Diva dengan kisah fiksi karya Dimas-Ruben dalam satu dimensi kehidupan yang sama.


Filmnya seru, nyesel klo ga nonton. Tapi jujur saya masih bingung dengan endingnya yang masih belum jelas.

Rabu, 10 Desember 2014

Akhir Tahun ?


Setiap hari, pertama sebelum duduk di kantor yang dilihat lebih dulu adalah kalender. Minggu ini baru minggu kedua Desember dan masih harus (tetap) bekerja. Melihat kalender pasti melihat 2 minggu terakhir Desember. Seolalah-olah hati menggebu-gebu tidak sabar untuk libur akhir tahun yang sudah menunggu.

Untuk sebagian ataupun kebanyakan orang, akhir tahun menjadi liburan yang sangat pas. Mulai libur Natal sampai Tahun Baru. Apalagi tahun ini Natal dan Tahun Baru jatuh pada hari Kamis. Itu berarti, Jum'at bisa menjadi "BONUS" liburan, selain karena tanggal 26 Desember merupakan Cuti Bersama. Pastinya ini kesempatan berharga untuk liburan menutup Tahun 2014.

Setelah kurang lebih hampir setahun berkutat dengan pekerjaan, tak ada salahnya berlibur untuk menyegarkan diri. Yang jadi pertanyaan, Liburan kemana akhir tahun ?

Liburan ke Pantai, Gunung, Menikmati Air Terjun, Ke Taman Nasional, atau ke Taman Rekreasi seperti Ancol, Trans Studio Bandung, atau sekedar nongkrong di Kafe ?. Liburan ke Bali juga bisa jadi pilihan, tetapi di moment bagus pasti ramee bangettt. Yang ada macet dimana-mana. Atauuuu mau ke luar negeri ? Semua tergatung dari kantong haha.

Untuk orang yang kurang suka dengan keramaian dan kemacetan pastilah lebih memilih duduk santei dirumah sambil menonton TV, menikmati Film akhir Tahun. Atau lebih memilih untuk tidur -______-

Yang terpenting, kemanapun liburannya. Mari Kita sambut  Tahun Baru dengan Semangat Baru !

Minggu, 07 Desember 2014

Ku Kejar Cinta Ke Negeri Cina

Akhirnya nonton lagi hehehe. Kali ini saya nonton film Ku Kejar Cinta Ke Negeri Cina di Newstar Cineplex Kudus. Baru pertama kalinya saya nonton disini. Film ini rilis tanggal 4 Desember kemarin. Saya pengen nonton karena lokasi shootingnya ada yang diambil di Demak dan Semarang hingga ke negeri Cina.

Film bergenre Romantis Religi ini memang bagus ceritanya. tapi kurang meng-explore lokasi shootingnya mungkin fokus ke cerita kali ya :D. Film ini dibintangi oleh Kemal Palevi, Adipati Dolken, Eriska Rein, Nina Zatulini, Ernes Prakasa dan masih ada artis-artis senior yang berperan sebagai orang tua.

****

Tuntutlah Ilmu Sampai Ke Negeri Cina, mungkin pepatah itu tidaklah asing bagi kita. Bukan hanya ilmu, Cinta juga harus dikejar sampai ke Negeri Cina.

Dikisahkan dalam film, Ridwan Imam Fadli yang lebih akrab dipanggil Imam (diperankan oleh Adipati Dolken) menjadi Mahasiswa Tua yang tak kunjung selesai Skripsi atau Tugas Akhir-nya. Nama yang Islami tidak berbanding lurus dengan sikapnya dalam beribadah, dia nyaris tidak melakukan kewajibannya sebagai seorang muslim.

Kekasih imam, Widya (Nina Zatulini) adik kelasnya telah menyelesaikan kuliahnya dan kini sudah bekerja. Imam dan Widya sudah berpacaran selama 4 tahun, widya mulai tidak sabar dengan imam karena kuliahnya tak kunjung selesai. Imam juga kecewa terhadap widya karena berpakaian sexy ke kantor. Imam khawatir Manager widya yang masih muda jatuh hati pada widya.

Suatu hari, Imam menemani sahabatnya Billy (Ernes Prakasa) ke Klenteng Sam Poo Kong untuk mengunjungi leluhurnya. Disana, dia bertemu dengan Chen Jia Li (Eriska Rein). Seorang Wanita muslim dari Cina yang berlibur ke Semarang tempat leluhurnya sebelum dikhitbah oleh Ma Fu Hsien (Mithu Nisar), seorang pemilik padepokan Wing Chun dan Pesantren di Beijing. Imam terpesona pada keramahan dan keanggunan Chen Jia Li yang berhijab dan menutup aurat.

Imam merasa nyaman dengan Chen Jia Li. Chen Jia Li tidak pernah menyuruh / memaksa imam untuk beribadah, berbanding dengan widya yang selalu menyuruhnya beribadah. Menurut Chen Jia Li, ibadah harus dimulai dari diri sendiri tanpa perlu diingatkan orang lain, semua harus dari dirinya sendiri.

Imam memutuskan hubungannya dengan Widya dan lebih memilih menyatakan cinta pada Chen Jia Li. Widya meminta maaf dan berjanji akan memperbaiki penampilannya. Tetapi keadaan berkata lain, Chen Jia Li sudah kembali ke Negara asalnya. Ketika suatu malam imam diajak makan malam bersama orang tua Billy, Billy mendapatkan tiket ke Beijing dari orang tuanya. Tanpa berpikir panjang Imam memutuskan ikut dengan Billy dan meminta saku dari orang tuanya.

Sesampainya di Beijing, Cina, Imam ingin segera melamar dengan sesuatu yang dipertanyakan pada Chen Jia Li sewaktu di Indonesia. Tetapi imam harus menelan pil kekecewaan setelah mengetahui Chen Jia Li khitbah oleh Ma Fu Hsein. Imam tidak menyerah begitu saja, imam mengikuti saran Billy untuk meminta Ma Fu Hsein melepaskan Chen Jia Li. Chen Jia Li menjadi bimbang. Dia menyukai Imam tapi tidak memiliki alasan untuk menolak khitbah Ma Fu Hsein.

Saat itulah, Widya menyusul Imam ke Beijing  memakai hijab, dia berharap bahwa hubungannya dengan Imam akan kembali seperti dulu lagi seiring dengan perubahan penampilannya. Tetapi tetap ditolak imam, widya ingin melepaskan hijabnya tetapi dilarang oleh Chen Jia Li. Dia menyatakan bahwa niatnya salah kalau utuk imam, sebaiknya niat menutup aurat itu dengan niat kepada Allah. Karena berhijab itu Perintah.


****

Banyak sekali pelajaran dalam hidup, tak terkecuali kita bisa mengambilnya dari sebuah film.